Postingan

Menemukan Humor di Tengah Hidup yang Terasa Berat

 Saya sedang berusaha konsisten menulis dan menemukan kembali semangat melalui berbagai referensi, salah satunya dari Pinterest. Menariknya, ide justru sering muncul ketika hidup terasa paling melelahkan. Di titik itu, menulis menjadi cara untuk menata ulang pikiran sekaligus melatih diri agar tetap produktif. Saat diminta menuliskan memori lucu, saya sempat kebingungan. Namun perlahan, saya teringat banyak momen sederhana bersama anak-anak. Salah satunya ketika anak pertama bertanya, “Bunda, segitiga sama kaki itu gimana?” dan saya menjawab dengan refleks, “Segitiga yang kakinya sama.” Jawaban polos itu justru membuat saya tertawa sendiri, meski anaknya tidak terlalu terhibur. Anak kedua sering menghadirkan kejutan dengan pertanyaan acak dan logika yang di luar dugaan. Banyak hal yang belum mampu saya jawab, sehingga saya memilih belajar kembali dan menyampaikan penjelasan dengan bahasa yang lebih sederhana. Dengan anak ketiga, kami justru menemukan kesamaan minat, terutama soal j...

Patahku, Patah Kami dan Acuhnya Kamu

Gambar
Membuang semua kenangan yang pernah ada Sedalam apapun yang ada di dalam hati Jika keberadaan kami tidak pernah di akui Agaknya memang lebih baik begini.   Aku sekarang marah walau kemarin Aku sedikit mengakui bahwa aku sudah biasa saja Aku marah karena aku telah menghabiskan waktu Yang begitu lama untuk mencintai orang yang acuh   Tapi aku tau. Aku tak lagi berada bersamamu Semua bujuk rayu itu sirna seketika Aku gak suka dengan kebahagiaanmu  Aku benci dengan binar matamu itu   Kau yang acuh tidak pantas mendapatkan kebahagiaan Apakah aku begitu kejam? Ya!! Aku memang kejam Aku tak sudi mendo’akanmu penuh limpah bahagia   Kenapa? Jika kau menanyakannya Karena kau begitu angkuh Kau puas dengan jalanmu? Silakan saja Aku tau aku hanya seonggok manusia yang tak ada nilainya Hanya 1 orang yang tak akan kamu anggap ada Tapi sakit hatiku terlalu dalam Kau dan pasanganmu itu terlalu aneh Semoga kau tau apa arti kami   Walau siapalah aku? Sumber: Pinterest ...

Jika tidak di bicarakan agaknya semua ini akan berakibat kemana-mana

 agaknya hari ini semakin merasa bersalah pada banyak hal yang saya lakukan, terutama terhadap anak-anak. beberapa  faktor telah menjadi penyebabnya walau tidak bisa di benarkan juga. saya keliru pada banyak hal. saya sendiri yang tidak bisa merespon kenyamanan hati yang seharusnya bisa di kendalikan dengan baik. namun, semuanya pecah seperti tidak terkendali. padahal saya paham dengan gejolak yang ada sebabnya dari mana. namun, saya sudah meminta maaf kepada anak-anak. walau sudah terlanjur menggoreskan luka ke dalam hati mereka. ah,