Menemukan Humor di Tengah Hidup yang Terasa Berat
Saya sedang berusaha konsisten menulis dan menemukan kembali semangat melalui berbagai referensi, salah satunya dari Pinterest. Menariknya, ide justru sering muncul ketika hidup terasa paling melelahkan. Di titik itu, menulis menjadi cara untuk menata ulang pikiran sekaligus melatih diri agar tetap produktif.
Saat diminta menuliskan memori lucu, saya sempat kebingungan. Namun perlahan, saya teringat banyak momen sederhana bersama anak-anak. Salah satunya ketika anak pertama bertanya, “Bunda, segitiga sama kaki itu gimana?” dan saya menjawab dengan refleks, “Segitiga yang kakinya sama.” Jawaban polos itu justru membuat saya tertawa sendiri, meski anaknya tidak terlalu terhibur.
Anak kedua sering menghadirkan kejutan dengan pertanyaan acak dan logika yang di luar dugaan. Banyak hal yang belum mampu saya jawab, sehingga saya memilih belajar kembali dan menyampaikan penjelasan dengan bahasa yang lebih sederhana.
Dengan anak ketiga, kami justru menemukan kesamaan minat, terutama soal journaling dan pernak-pernik menulis. Aktivitas ini semakin bermakna sejak saya menjalani terapi dengan psikiater dan psikolog. Menulis bersama menjadi ruang aman yang mempererat hubungan kami.
Sementara itu, memori bersama suami yang paling membekas adalah ketika beliau menghadiahi saya sebuah tablet—alat yang selama setahun hanya saya sebutkan tanpa pernah menuntut. Hadiah itu terasa sangat mahal, bukan karena harganya, tetapi karena perjuangan di baliknya.
Momen terlucu versi saya justru datang dari diri sendiri: saat pikiran terlalu sibuk membuat skenario tentang takdir. Psikiater menyebut otak saya overactive. Setelah menjalani pengobatan, saya belajar untuk lebih tenang, tidak memaksakan jawaban atas semua hal, dan lebih mudah berdamai.
Di titik itu saya sadar, hidup memang sering kali terasa absurd. Namun ketika kita berhenti menuntut segalanya dan mulai berserah, justru di situlah humor dan kelegaan muncul. Dan saya hanya bisa tersenyum sambil berkata, “Ah, hidup memang selucu ini.”
Komentar
Posting Komentar